Latest Tweets:

pemilihan umum HMIF ITB 2010

Anonymous asked: Tito -13506097-
Saya punya pandangan bahwa proker dari dulu terasa terlalu banyak karena orang yang mengerjakan hanya sedikit (hanya angkatan termuda, sedangkan yg diatas hanya supervisi). Bagaimana strategi anda berdua dalam memberdayakan tiap angkatan aktif nantinya? (2007,2008,2009)

Filman (05/03/2010):

Angkatan 2009 sebagai angkatan termuda merupakan angkatan yang sudah jelas akan menjadi fokus dalam proses kaderisasi untuk menanamkan nilai-nilai yang dipegang HMIF. Selain itu, angkatan 2009 dalam tugasnya sebagai anggota akan banyak mengurusi hal teknis.
Angkatan 2008 sebagai motor utama penggerak himpunan akan menjadi titik tumpu dalam proses kaderisasi sebagai teladan bagi angkatan 2009 sambil mendapat pengontrolan dari angkatan yang ada diatasnya. Selain itu, angkatan 2008 sebagian akan berada di dalam Dewan Eksekutif sehingga sudah banyak terlibat dalam tataran penentuan kebijakan strategis. Selain itu, angkatan 2008 juga masih terlibat dalam hal teknis bersama angkatan 2008.
Angkatan 2007 dan 2006 sebagian besar aka diletakkan sebagai pengontrol himpunan dari segi pencapaian dan nilai. Metode yang akan digunakan akan dicoba lebih kreatif agar pelibatan pengontrol ini dapat diakomodasi dengan baik. Sebagian angkatan 2007 masih ada yang terlibat di DE sehingga masih ada cukup banyak angkatan 2007 yang akan bergerak di ranah kebijakan himpunan.
Secara umum, pembeda posisi, perlakuan, dan tanggung jawab suatu angkatan akan ditentukan berdasarkan pengalamannya di himpunan. Dalam hal ini angkatan yang lebih tua dinilai lebih berpengalaman. Namun, kegiatan di HMIF akan lebih sering dilaksanakan secara bersamaan sehingga terjadi banyak interkasi antar angkatan.

Ginanjar (04/03/2010):

saya sepakat dengan pendapat di atas tentang tidak terberdayakannya angkatan tua. pada kenyataannya angkatan tingkat 3 dan 4 berfungsi sebagai penjaga nilai. dalam hal ini akan saya posisikan sebagai penasehat. konkretnya saya terapkan pada sistem kaderisasi informal yang ada di PPSDA.
PPSDA akan menjamin ketersampaian kaderisasi informal termasuk kemahasiswaan, ke-HMIF-an, dan kedivisian. PPSDA akan menggunakan sistem kontrol untuk hal ini dan membentuk kurikulum kaderisasi. dengan hal ini diharapkan penurunan nilai dari angkatan tua ke angkatan yang lebih muda dapat dikontrol secara terpusat.